INSPIRASI RUMAH HIJAU

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengubah pola hidup kita menjadi pola hidup yang ramah lingkungan, tak terkecuali dengan rumah kita. Lingkungan yang seimbang akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan dan alam. Berikut beberapa tips untuk rumah yang ramah lingkungan :

1. Tambahkan jendela di rumah kita. Semakin banyak jendela berarti akan lebih banyak cahay yang masuk dan sirkulasi udaranya pun akan semakin baik. Sehingga tidak perlu terlalu banyak menyalakan lampu dan memakai AC.
2. Pilihlah barang elektronik dengan energi yang rendah. Menurunkan komsumsi energi memberikan dampak yang positif untuk lingkungan selain itu kita lebih hemat dalam pembayaran listrik.
3. Ganti lampu rumah kita dengan watt yang lebih rendah. Lampu jenis ini memang biasanya lebih mahal dibandingkan dengan lampu biasa, namun lampu ini bertahan lebih lama. Telah terbukti bahwa jenis lampu ini tidak hanya rendah energi akan tetapi cahaya yang dihasilkan juga lebih terang.
4. Perhatikan konsumsi air. Jangan biarkan air terlalu lama mengalir. Misalnya saat mandi atau mencuci piring sebaiknya bila sedang memakai sabun air dimatikan kerannya. Hal ini membantu pengiritan air

Menyatu dengan Alam Lewat Rumah Kayu

Kini, setiap manusia harus menjadi bagian dari program “go green”. Mulai dari isu yang global hingga ke hal yang paling dekat dengan kehidupan kita, sebut saja rumah.
Material dan konsep yang kini mulai banyak dilirik dalam pembuatan rumah cenderung disesuaikan dengan tema go green atau semangat back to nature. Konsep rumah ini lalu dikenal dengan sebutan rumah ramah lingkungan.
untuk rumah kayu, desainnya dapat dikelompokan menjadi dau bagian: Rumah Kayu Klasik dan Rumah Kayu Modern (Mixed). Jenis klasik biasanya hanya terdiri dari 1 lantai, dengan desain sederhana layaknya gazebo atau saung.
Dengan bentuk atap square, empat pilar utama, dan desain rumah berbentuk segi empat. Jenis modern biasanya lebih diilhami oleh desain rumah beton modern, hanya materialnya diganti kayu. Biasanya terdiri dari dua lantai atau lebih, dan ukurannya pun lebih terasa luas.
Rumah Kayu Modern atau modern wooden house saat ini memang mulai banyak diminati. Keinginan untuk back to nature alias lebih dekat dengan alam menjadi alasannya. Menghadirkan suasana alam nan asri di rumah merupakan cara orang yang tinggal kota besar untuk tetap merasakan kenyamanan alam pedesaan, merasakan hawa yang lebih sejuk, serta kealamian yang saat ini makin sulit ditemukan, apalagi di Jakarta.
Ditambah dengan keadaan cuaca yang tak menentu akibat pemanasan global, rumah kayu adalah solusi yang sangat tepat. Warna kayu yang alami dengan urat dan tektrunya yang khas, akan memantulkan cahaya yang mampu menciptakan efek visual yang unik, menarik, dan tentu saja alami.
Desain rumah kayu pada prinsipnya sama saja dengan rumah standar. Bedanya, unsur estetika pada rumah kayu lebih ditonjolkan. Material kayu amat mendukung nilai estetis, meski terkadang agak rumit jika dibandingkan nilai fungsinya, karena bentuknya jadi tak sesederhana jika hanya terbuat dari beton atau semen.
Misalnya saja tangga di dalam rumah, jika terbuat dari kayu, desainnya akan terlihat lebih eksotik, rumit, dan tentu saja lebih estetis. Akhirnya, tangga tak hanya berfungsi sebagai pijakan untuk menuju ke lantai atas rumah, tapi juga menjadi ornamen interior yang bernilai seni tinggi.
Selanjutnya, konsep rumah kayu dibedakan berdasarkan panel dindingnya. Ada yang memakai panel tunggal (single panel), dan ada yang ganda (double panel). Jika rumah kayu ingin ditempatkan di dalam kota seperti Jakarta, lebih baik menggunakan double panel agar lebih nyaman.
Dikarenakan sifat kayu lebih cepat mengalami pemuaian dan penyusutan bila terkena panas, sehingga kemungkinan terjadi kerenggangan pada susunan panel lapis pertama. Namun, dapat ditutupi dengan panel lapis kedua.
Rumah kayu pun pada dasarnya memiliki luas layaknya rumah standar pada uumnya, karena fungsinya sama saja. Sedangkan untuk gazebo atau saung, ukuran standarnya mulai dari 2m x 2m, atau disesuaikan dengan luas halaman yang dimiliki.
Kualitas Baik
Terlepas dari jenis rumah yang menjadi pilihan, tentu Anda sudah tahu, kan, sifat dasar dari kayu. Bisa dibilang kayu tak sekuat material beton atau besi. Kayu bahkan punya banyak kelemahan. Maka, Anda harus pandai-pandai menyiasatinya.
Oleh karena hasil akhirnya yang bernilai estetis tinggi, terkadang banyak orang mau tak mau bersedia menanggung risikonya. Misalnya, kayu dimakan rayap, perubahan warna dan struktur kayu bila terkena panas dan hujan, lembap, dan lainnya.
Nah, salah satu langkah preventif untuk mencegah akibat buruknya, dapat dipilih material kayu berkualitas baik. Sebagai contoh, spesifikasi untuk rangka utama rumah dapat menggunakan kayu besi (knock down, tahan air, anti rayap), plafond dari kayu nyatoh, reng dari kayu borneo, kusen pintu dan jendela dari kayu besi, daun pintu dan jendela dari kayu nyatoh, rangka atap/ kuda-kuda dari kayu besi.
Selebihnya dapat menggunakan material standar yang sama digunakan pada rumah beton. Dan untuk menghindari lembap, dapat disiasati dengan menggunakan GRC (panel berbahan semen dengan serat fiberglass) sebagai interiornya, sehingga di bagian dalam rumah tetap menyerupai dinding batu yang dapat dicat. Panel kayu hanya digunakan pada bagian luarnya saja.
Saat ini harga rumah kayu yang ditawarkan oleh jasa arsitektur dapat mencapai Rp 2,5 – 2,75 juta/ m2, sudah termasuk desain dan pelaksanaan. Sedangkan untuk pembuatan gazebo, dimana material kayu merupakan ornamen taman, dipatok seharga Rp 2 – 2,5 juta/ m2, inipun disesuaikan dengan desain.
Jika masih bingung dengan desainnya, Anda dapat meminta bantuan jasa arsitek ataupun landscaper untuk membuatkan konsep rumah pohon, rumah kayu, ataupun gazebo yang estetis, fungsional, dan sesuai tren. Selamat back to nature!

Rumah Ramah Lingkungan
Isu pemanasan global saat ini menjadi masalah utama yang harus dihadapi. Saat ini suhu terasa semakin panas. Temperatur udara meningkat. Es di kutub mencair. Salju di puncak gunung meleleh, akibatnya permukaan air laut naik, banjir pasang pun terjadi. Pantai akan semakin menjorok ke daratan.
Mengerikan…
Sebenarnya pemanasan ini timbul akibat ulah manusia juga. Penggunaan elektronika penghasil panas yang berlebihan. Pemakaian AC sepanjang hari, pemakaian kendaran bermotor secara masal, hingga pemakaian kantong plastik yang dalam pembuatannya memakan energi yang memakan banyak energi.
Salah satu kepedulian terhadap pemanasan global ini adalah penemuan material-material yang ramah lingkungan, penggunaan produk yang hemat energi dan dalam dunia arsitektur adalah penggunaan rumah ramah lingkungan.
Jika kita ingin memiliki rumah yang memiliki udara sehat, pencahayaan alami yang cukup, kita bisa mendesain rumah seperti salah satu dibawah ini:

Bagaimana rumah ramah lingkungan itu? pada dasarnya rumah ramah lingkungan menerapkan konsep rumah hemat energi. Banyak memanfaatkan pengudaraan alami dan pencahayaan alami. Desain rumah sedemikian rupa sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada AC dan lampu.
Dalam memanfaatkan cahaya matahari, yang diperlukan adalah “terang” nya sedangkan “panas” nya dihindari. Salah satu caranya adalah memanfaatkan arah timur/barat/ atau utara/selatan. Jendela harus berkanopi dengan sehingga terpaan langsung cahaya matahari dapat diminimalkan.
Faktor-faktor yang mendukung sebuah rumah menjadi rumah ramah lingkungan antara lain:
1. Rangka atap baja ringan
Penggunaan baja ringan ini sebagai jawaban atas semakin menipisnya jumlah kayu hutan kita. Baja ringan lebih efektif dalam aplikasi atap. Pengerjaannya lebih efisien dalam waktu, dan lebih presisi karena buatan pabrik.
2. kusen, daun jendela, pintu menggunakan alumunium/ PVC/ UPVC
3. Plafond menggunakan gypsum dan rangka besi holow
4. Atap tinggi
Hal ini bermanfaat untuk sirkulasi udara yang berada di dalam rumah.
5. Tritisan lebar
6. Banyak bukaan
7. Plafond tinggi
8. Kanopi tiap jendela
9. Luas bangunan sebaiknya tidak lebih dari 60% luas lahan
Perbandingan antara luas bangunan dengan lahan hijau idealnya adalah 60-40. Yang mana fungsi taman tidak hanya sekedar mempercantik penampilan rumah, tetapi juga sebagai daerah resapan air hujan. Agar taman dapat dengan mudah menyerap air hujan, caranya tidak hanya dengan tanaman ,tetapi juga memberi pori-pori tanah dengan cara melubangi. Selain sebagai resapan, taman juga berfungsi sebagai penyaring kebisingan dan debu. Tentu rumah akan menjadi sehat jika minim debu.

nb.
Sumber berita diperoleh dari beberapa majalah dan internet yang saya catat di buku harian bulan januari 2008.
>> intinya saya lupa nama majalah dan alamat web nya. Tapi bisa dipertanggungjawabkan. hehehe
Seuai dengan rikwes,,saya akan memberi contoh-contoh bangunan ramah lingkungan. Untuk rumah ramah lingkungan dapat diadaptasi dari kriteria-kriteria yang tersebut diatas. Yang membanggakan, saat ini global warming dalam arsitektur telah menjadi tema hunian 2008 oleh banyak pengembang realestate. Jadi untuk referensi, datang saja ke pameran perumahan, ambil brosur sebanyak-banyaknya, dan desain rumah sesuai dengan yang kita inginkan.
Disini saya ingin menampilkan desain yang membuat saya berpikir ” inilah gunanya otak dan hati”. hehehe
Gambar-gambar ini saya ambil dari internet, jadi saya juga menyertakan link nya.
Zoro house, rumah canggih yang ramah lingkungan

Perl River Tower

Rumah Baja

Salah seorang arsitek yang menginspirasi saya juga membahas tentang perlunya menjaga keseimbangan antara ekologi dalam kondisi saat ini. Arsitek Gramedia Expo yang juga dosen urban design ITB ini selalu mengadaptasi ekologi dalam desainnya. Ini yang membuat saya mengagumi beliau.

Air + Cuka = Cuci Kaca
23 Februari, 2008
Kita selalu tergantung pada bahan-bahan kimia yang dijual di supermarket. Salah satunya adalah pembersih kaca. Ada satu cara yang mantap, ramah lingkungan, bebas bahan kimia dan tetap murah untuk membersihkan kaca.
Caranya adalah dengan mencampur 2-3 sendok cuka putih dengan air sebanyak 1 liter. Masukkan cairan ini ke botol semprotan. Hasilnya adalah larutan pembersih kaca yang aman dan membersihkan kaca anda hingga kinclong!
Pada saat anda membersihkan kaca, gunakan koran bekas sebagai lap kaca, dan jangan lupa tetap di daur ulang setelah dipakai. Dijamin tidak ada serat/serbuk yang tertinggal di kaca. Selain itu, pastikan bahwa anda tidak membersihkan kaca saat matahari mengena pada kaca, atau bila kaca masih agak hangat agar tidak berbekas.
Bila terasa bau cuka, maka kaca bisa dibuka sebentar. Membersihkan kaca pada pagi-pagi sekali juga baik sehingga setelah itu kaca bisa dibuka.
Jadi ingat, Cuka untuk Cuci Kaca. Mudah diingat kan?

About abaslessy

nandas
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s